media tanam polybag

Media Tanam

media polybag

Media tanam adalah hal yang mutlak (media atau tempat) diperlukan untuk tumbuh kembang suatu tanaman. Namun, setiap media tanam harus disesuaikan dengan keaadaan masing-masing tanaman dan kondisi di suatu daerah. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memilih media tanam yang tepat untuk tanaman dan keadaan daerah kita. Salah satunya adalah dengan memperhatikan tingkat kelembaban dan keadaan angin, karena pada dasarnya setiap media tanam harus dapat menjaga kelembaban, ketersediaan udara dan unsur hara.

Media tanam dibagi menjadi dua, yaitu media tanam organik dan anorganik.

Media tanam organik

-          Arang. Media arang susah mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga penggunaan media ini cocok untuk digunakan daerah dengan tingkat kelembaban yang tinggi.

-          Kompos. Terbuat dari pelapukan tumbuhan, biasanya digunakan untuk pupuk kandang dan sangat berguna untuk memperbaiki kondisi tanah karena memiliki kandungan-kandungan bahan organik.

-          Sabut kelapa. Bersifat menahan air dengan baik sehingga media tanam jenis ini cocok digunakan di daerah yang memiliki kelembaban tinggi. Lakukan penggantian media ini secara teratur karena mudah lapuk.

-          Pupuk kandang. Berasal dari kotoran hewan yang telah mengalami fermentasi dan akhirnya bertekstur rempah (matang). Perlu diingat untuk menambah media tanam lain mengingat kandungan amoniak yang dimiliki pupuk kandang cukup tinggi, terutama pada pupuk panas.

-          Humus. Sangat membantu dalam penggemburan tanah, penyimpanan unsur hara dan menunjang kesuburan tanah. Namun, dalam keadaan perubahan kelembaban tinggi, humus bisa berjamur. Tambahkan media lain mengingat sifat humus yang susah menyerap air.

media pasir

Media tanam anorganik

-          Pasir. Digunakan bersama media lain dan memiliki porositas (rongga) yang baik.

-          Kerikil. Memiliki porositas (rongga) makro yang baik. Bersifat tidak mudah menyerap air sehingga sangat perlu melakukan penyiraman yang teratur

-          Tanah liat. Digunakan bersama media lain dan mampu mengikat air dengan kuat karena memiliki pori-pori mikro yang cukup banyak .

-          Pecahan genteng. Semakin kecil pecahannya, semakin baik pula kemampuan penyerapan airnya. Namun tidak banyak mengandung unsur gara, sehigga perlu ditambahan media lain (misalnya: Pupuk)

Cara membudidayakan tanaman Anggrek (Tahap 2)

budidaya anggrek-a

Ada beberapa tahapan awal yang perlu diperhatikan ketika ingin membudidayakan anggrek, yaitu adalah mengenai karakter tumbuhannya. Iklim, media tanam, dan ketinggian tempat merupakan hal yang perlu dipersiapkan menjelang menbudidayakan tanaman anggrek.

 Iklim

  • Pertumbuhan anggrek tidak dipengaruhi curah hujan dan angin, namun sangat membutuhkan sinar matahari yang intensitasnya berbeda-beda tergantung pada jenis anggrek.
  • Tanam anggrek di daerah yang bersuhu minumum 12,7 derajat, bahkan pada waktu malam hari.
  • Tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, namun menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %.

Media Tanam

Dibedakan berdasarkan jenis-jenis anggrek, yaitu :

  1. Anggrek Ephytis dan Semi Ephytis.
  • Serat Pakis yang telah digodok.
  • Kulit kayu yang dibuang getahnya.
  • Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu.
  • Ijuk.
  • Potongan batang pohon enau.
  • Arang kayu .
  • Pecahan genting/batu bata.
  • Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang/daun-daunan.

Anggrek Terrestria

  1. Anggrek Terrestria (Jenis ini hidup di tanah)
    • Tambahkan pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis dan lainnya.
  2. Anggrek semi Terrestria :
    • Pecahan genteng yang agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai media pecahan genting, serabut kayu, serat pakis dan lainnya.

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat untuk membudidayakan anggrek ini dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) :
    • Suhu udara 26-30 derajat C di siang hari, 21 derajat C di malam hari, dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl.
  2. Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) :
    • Suhu udara di siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C di malam hari, dengan ketinggian 150-1500 m dpl.
  3. Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) :
    • Suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C di  malam hari, dengan ketinggian = 1500 m dpl.

 

Sumber :

http://www.gerbangpertanian.com/2011/12/rahasia-sukses-budidaya-anggrek.html

http://binaukm.com/2011/01/teknik-dan-cara-budidaya-anggrek/

Pupuk untuk tanaman hias

pupuk

Pupuk adalah zat yang mutlak diperlukan tanaman hias untuk hidup yang didalamnya terdapat unsur hara makro dan mikro. Banyak yang menjual macam-macam pupuk dewasa ini, baik itu pupuk organik dan anorganik. Sebagian orang mengetahui bahwa pupuk organik adalah kompos dan anorganik adalah yang terbuat dari bahan kimia.

Manfaat Pupuk

Pada dasarnya pupuk  dibuat untuk  melengkapi unsur hara yang kurang selama penanaman tanaman dalam media. Karena pada dasarnya, tanaman biasa tumbuh di tanah tapisan paling atas (top soil) yang mengandung unsur hara berasal dari hasil dekomposisi dedaunan dan kotoran binatang yang tentu saja hal itu sangat berbeda dengan media yang kita gunakan untuk menanam tanaman.

Unsur hara yang terdapat didalam pupuk dapat membantu metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan bisa diperoleh melalui pupuk organik dan anorganik.

pupuk organik

Penggunaan Pupuk

Ada 2 macam pupuk berdasarkan penggunaannya, yaitu pupuk akar dan pupuk daun.

Cara penggunaan dari pupuk akar adalah dengan cara ditaburkan ke sekitar akar tanaman, dimana pupuk tersebut kan diserap oleh serabut akar sedikit demi sedikit, kemudian ditranslokasikan ke jaringan daun untuk fotosintesis.

Cara penggunaan pupuk daun adalah dengan cara disemprotkan ke permukaan daun sampai basah, termasuk ke media tanam, dimana pupuk daun tersebut sebagian diserap melalui lapisan kulit terluar (epidermis) dan sebagian lain diserap oleh akar.

Namun demikian, tetap harus mengerti tata cara dalam pemupukan, karena media tanam, tanaman, dan pupuk merupakan kesatuan yang tidak boleh dipisahkan jika Anda ingin memperoleh kualitas tanaman yang maksimal. Jadi ketiga pengetahuan tersebut mutlak diperlukan.

Media Tanam

Media tanam disarankan berPh netral, yang baik adalah berkisar 6,0 – 6,8. Dengan media tanam yang netral, tanaman tidak akan mudah dihinggapi bibit penyakit, sehingga pertumbuhannya lancar. Untuk itu, gantilah media tanam maksimal setahun sekali agar kondisi tanaman kembali prima.

Media tanam yang disarankan pula adalah yang gembur, artinya memiliki ruang pori-pori untuk air dan udara, dimana hal itu sangat penting bagi pertumbuhan akar.

pupuk tanaman

Menanam Tomat dengan Menggunakan Plastik Mulsa

buah tomat dan mulsa

Tomat merupakan tumbuhan yang memiliki fungsi ganda, yaitu untuk dikonsumsi dan untuk bahan baku makanan, bumbu, dll. Oleh karenanya, sangat wajar jika banyak dari petani kita yang membudidayakan tanaman tomat ini. Untuk menanam tomat tentu saja tidak mudah, dan juga bukan termasuk di kategori susah, karena diperlukan perhitungan yang tepat terhadap media tanam dan nutrisi yang digunakan. Selain itu, dewasa ini digunakan plastik mulsa yang juga memiliki banyak manfaat bagi budidaya tomat itu sendiri, yaitu menjaga kelembaban tanah, tanaman terhidar dari percikan tanah dan menekan pertumbuhan bakteri.

1. Pengolahan Lahan

2. Pembersihan Lahan

Pembersihan lahan digunakan untuk membersihkan lahan dari tanaman liar, gulma dll.

- Pembajakan / Pencangkulan

Setelah selesai dibersihkan, bajak/cangkul lahan dengan kedalaman 30-40 cm. Lalu biarkan terkena sinar matahari selama 2 minggu.

- Pembuatan Bedengan

3. Pembibitan

Pembibitan tomat dilakukan dengan menggunakan biji, biasanya menggunakan benih tomat unggul hibrida.

4. Penanaman

Tanamlah bibit tomat pada waktu sinar matahari tidak terlalu terik, misalnya pada waktu pagi atau sore hari. Biasanya para petani menanam tomat sekitar 2 minggu hingga 4 minggu sebelum musim hujan berakhir.

5. Pemupukan

Pemupukan berfungsi untuk memberikan unsur hara pada tanah. Pemberian pupuk tidak sembarangan, misalnya ketika masih di awal pertumbuhan, pupuk yang diberikan adalah yang mengandung nitrogen dan phospor yang tinggi.

6. Perairan

Bisa diairi langsung, bisa juga dengan membangun saluran irigasi.

 

plastik mulsa adalah

Untuk pemasangan mulsa plastik, langkah-langkahnya adalah :

  1. Mulsa dipasang pada waktu siang hari. Hal tersebut diperlukan agar mulsa gampang memuai dan menutup bedengan dengan rapat.
  2.  Pasanglah dengan bagian perak menghadap atas. Diperlukan untuk membantu fotosintesis tanaman dan mengurangi serangan kutu.
  3. Pertama pasang mulsa dengan 2 orang memegang masing-masing ujung mulsa pada masing-masing ujung bedengan dan 2 orang lainnya memegang masing-masing ujung diseberangnya. Gunakan pasak untuk mengaitkan mulsa sehingga susah terlepas.
  4. Setelah mulsa terpasang, diamkan selama 2-3 minggu, agar proses fermentasi tanah berjalan lancar.
  5. Lubangi mulsa dengan diameter 10cm. Buatlah lubang yang sessuai jarak tanam, jangan terlalu dekat, karena bisa mengakibatkan tingkat kelembapan tanaman tinggi sehingga gampang terkena penyakit..
  6. Lalu mulsa dilubang dan, diamkan selama 3-4 hari, sehingga gas di dalam tanah hilang

Plastik Mulsa Silver

 

 

Cara membudidayakan tanaman Anggrek (Tahap 3)

Ada beberapa hal yang akan diuraikan berkenaan dengan budidaya tanaman anggrek, yaitu Pembibitan, pengolahan media tanam, tehnik penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Pembibitan

  • Pilihlah bibit anggrek yang baik, sehat dengan ciri bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat.
media tanam anggrek

Pengolahan Media Tanam

Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan:

  • Anggrek dalam pot yang diameternya 7-30 cm bergantung dari jenis anggrek. Jika diameter pot 25-30 cm, perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, lalu diisi pecahan genting. Letakkan anggrek di tengah, sebar akarnya dengan rata pada pot, lalu ikat batang anggrek di tiang. Isi pot dengan pupuk kandang kira-kira 2/3 dari pot.
  • Media tanam di dalam tanah menggunakan bak-bak tanam dimana baknya terbuat dari batu bata merah dengan panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Bak ini dibuat di atas tanah untuk menghindari becek, pada tanah kering digali sedalam 10-20 cm lalu diberi bata ukuran 40 cm x 2 m. Jarak antara pembantas 3 cm. Buatlag tiang penahan 4 buah yang ditancapkan ke tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antar-tiang dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut menjadi satu rangkaian.

 

Penanaman

Untuk menanam anggrek, kita harus menyesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek, yaitu:

anggrek tanah

  1. Anggrek Ephytis : bersifat menumpang pada batang/pohon lain namun tidak merusak/merugikan yang batang/pohon ditempeli tersebut dengan menggunakan akarnya.
  2. Anggrek semi Ephytis : menempel pada pohon/tanaman lain namun tidak merusak batang/pohon yang ditempel dengan menggunakan akar yang berfungsi untuk mencari makanan.
  3. Anggrek tanah/anggrek Terrestris.

 

budidaya anggrek

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan & Penyulaman : pemeliharaan ini dilakukan dengan menyesuaikan tempat yang cocok dengan jenis anggrek.
  2. Penyiangan : penyiangan pada waktu kondisi anggrek berada di dalam botol lalu dipisahkan ke dalam pot-pot yang telah disediakan sesuai jenisnya (jenis anggrek).
  3. Pemupukan

Pengairan dan Penyiraman : dapat berasal dari air ledeng (untuk menyiram karena jernih dan steril), air sumur (baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah), air hujan, air kali/air selokan.

Penyakit dan hama pada Tanaman

ulat daun

Ilmu tentang tanaman sangat luas untuk dipelajari, mulai dari cara pembibitan, pembudidayaan sampai pada masalah penyakit dan hama yang kerapkali menghantui petani. Ilmu yang mempelajari penyakit tanaman disebut fitopatologi yaitu ilmu yang mempelajari proses berkembangnya penyakit-penyakit pada tanaman dan cara penanggulangannya.

Penyakit pada tanaman tentunya ada yang berbahaya dan ada yang tidak, misalkan saja hama jabon yang memiliki peran penting dalam menurunkan kualitas tanaman pada waktu jadwal panen tiba, parahnya lagi ada beberapa jenis parasit yang memiliki efek kematian pada tanaman.

Bermacam-macam penyakit pada tanaman tentu saja memiliki perlakuan yang berbeda cara mengantisipasinya dan cara mengobatinya. Berikut beberapa jenis penyakit dan hama pada tumbuhan :

bercak daun

  • Bercak Daun

Ciri : muncul bercak jaringan mati pada  daun, berwarna kuning kecoklatan berbentuk bulat, lonjong atau tidak beraturan.

 

  • Keriting Daun

Ciri : daun terlihat keriting/menggulung dan terdapat bercak.

 

  • Busuk akar (root rot)

Ciri : tanaman layu dan mati secara cepat, warna daun berubah menjadi kuning , pertumbuhan tanaman kerdil, dan daun rontok sebelum waktunya

akar busuk

 

  • Cacar Daun

Ciri : terdapat bintik yang menonjol di permukaan daun yang warnanya coklat kehitaman dan muncul bercak kuning terang di daun, daun menjadi berlekuk dan bertekstur keras.

 

  • Rebah kecambah (damping off)

Ciri : pre emergence damping off, patogen menyerang benih tanaman sebelum benih muncul ke permukaan tanah.

 

  • Layu pembuluh

Ciri : patogen menyerang pembuluh xylem tanaman, yang menyebabkan tanaman kehilangan turgor dan layu. Pada waktu dibelah, terlihat kecoklatan pada pembuluh di dalam batang

 

  • Embun bulu (downy mildew)

Ciri : jika kelembaban yang dibutuhkan pas, cendawan ini tumbuh seperti bulu putih berwarna keabu-abuan, yang terdiri dari tangkai spora dan spora.

 

  • Embun tepung (powdery mildew)

Ciri : dimulai dengan adanya tepung putih pada daun terbawah dari tanaman, dimana daun yang terserang warnanya berubah menjadi kuning, coklat dan mengering. Lalu menular pada daun lainnya sehingga menyebabkan kematian.

 

 

Sumber :

http://duniatanaman.com/jenis-penyakit-tanaman.html

http://carapedia.com/macam_macam_penyakit_pada_tumbuhan_info1982.html

http://pakarinfo.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-hama-penyakit-pada-tanaman.html

Pupuk Kandang

Pupuk Kandang

pupuk kandang

Pupuk kandang tentunya merupakan istilah yang sangat tidak asing bagi merekayang melakoni usaha atau hobi di bidang tanaman. Ya, pupuk ini merupakan salah satu dari sekian alternatif dari ‘pupuk’ atau ‘makanan’ yang digunakan untuk menyuburkan tanaman. Mari kita review ulang yuk hal-hal yang berhubungan dengan pupuk kandang.

Pupuk kandang adalah pupuk yang terbuat dari kotoran hewan (kotoran atau air kencing), apakah itu sapi, kerbau, kuda, atau ayam. Tentunya pupuk ini banyak mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, seperti fosfor, kalium, magnesium, zinc dan nitrogen. Bentuk pupuk kandang dibagi menjadi dua, yaitu pupuk kandang dalam bentuk padat dan dalam bentuk cair. Pupuk kandang dalam bentuk padat merupakan hasil dari kotoran hewan yang diendapkan. Sedangkan pupuk kandang dalam bentuk cair didapat dari urine hewan.

pembuatan pupuk kandang

Cara pembuatan pupuk kandang

Pupuk kandang ini dibagi dua, yaitu pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk dingin biasanya diperoleh dari kotoran hewan seperti sapi dan kerbau dimana kotorannya diuraikan perlahan oleh mikroorganisme. Karen diurai secara perlahan inilah maka sifat pupuk ini adalah dingin. Sedangkan pupuk panas adalah kebalikan dari pupuk dingin dimana proses penguraian kotorannya dilakukan secara cepat oleh mikroorganisme. Biasa kotoran ini diperolaeh dari ayam dan kambing.

Pupuk dingin memiliki bau yang lebih lenbut dibandingkan dengan pupuk panas, karena tentu saja pupuk dingin melalui proses penguraian yang lebih lama dibandingkan dengan pupuk panas.

Dan, karena pupuk kandang diproduksi dari kotoran hewan, nilai-nilai pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh makanan apa yang dikonsumsi oleh hewan tersebut, apakah fungsi hewan tersebut (apakah hewan itu digunakan sebagai alat teransportasi atau ternak), jenis hewan, dan jumlah dan jenis alas kandang yang biasa digunakan untuk alas pada kandang.

Penggunaan pupuk kandang

Untuk penggunaan pupuk kandang (padat) lebih baik jika dibenamkan ke dalam tanah untuk mengurangi penguapan unsur hara.

Sedangkan penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair lebih baik digunakan ketika tanaman sudah mulai tumbuh karena akan lebih mempercepat penyerapan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

penggunaan pupuk kandang

Apakah Plastik Mulsa itu?

plastik mulsa adalah

Tentunya plastik mulsa adalah sudah bukan istilah baru bagi para petani. Namun, banyak juga yang tidak terlalu mengetahui tentang pengertian plastik mulsa lebih jauh.

Plastik mulsa adalah plastik yang memiliki warna tertentu, ada pula yang transparan, digunakan oleh petani, yang bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah, serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit pada tanaman.  Sebenarnya mulsa sendiri terdiri dari dua jenis jika ditinjau dari bahannya, yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik. Mulsa yang terbuat dari plastik merupakan mulsa anorganik. Sedangkan mulsa organik biasanya terbuat dari alang-alang atau jerami yang kering.

warna plastik mulsa

Pengaruh warna pada plastik mulsa

  • Warna silver pada plastik mulsa silver hitam dapat membantu proses fotosintesis pada tanaman dengan lebih cepat. Selain itu, dapat menekan pertumbuhan kutu. Sedangkan warna hitamnya dapat menjaga suhu dalam tanah agar tetap stabil walaupun sinar matahari sedang terik.
  • Warna hitam pada mulsa digunakan untuk menekan pertumbuhan gulma atau rumput liar.
  • Plastik mulsa transparan digunakan pada tanah untuk mengurangi gulma melalui solarisation. Cocok digunakan pada tanaman yang ditanam pada dataran rendah.
  • Plastik mulsa yang berwarna hitam dapat menyimpan banyak garam di tanah, sedangkan plastik mulsa yang tebal dapat mengurangi perpindahan air dan garam. Bisa diterapkan untuk budidaya bawang dan asparagus di dataran tinggi. Cocok untuk budidaya semangka hibrida, cabai hibrida, dan terung-terungan.
  • Plastik mulsa putih dapat menurunkan suhu tanah dan dapat menambah jumlah sinar matahari yang diterima oleh tanaman sehingga dapat membantu proses fotosintesis. Sangat cocok bila digunakan untuk penanaman semangka, melom, cabai hibrida juga terung-terungan.

jual mulsa siap kirim

Keuntungan penggunaan plastik mulsa adalah:

  • Pada musim kemarau, penggunaan plastik mulsa dapat menekan penguapan sehingga tidak perlu terlalu sering diairi.
  • Buah atau tanaman tumbuh di atas plastik mulsa, dan hal itu memberikan keuntungan tanaman tersebut tidak mudah busuk.
  • Karena tertutup, maka kelembaban tanah tetap terjaga. Penggunaan plastik mulsa juga menjaga tanah agar tetap gembur dan suhunya stabil.
  • Dapat meningkatkan kehidupan organisme di dalam tanah.

mulsa hitam

Plastik Polibag - Paranet - Mulsa - Mika MKP