harga plastik mulsa perak udang

Plastik mulsa untuk tambak udang

mulsa hitam perak tambak udang

Baru-baru ini penggunaan plastik mulsa untuk tambak udang sedang digalakkan. Berawal dari keisengan dari Mimin Hermawan, seorang petambak udang, yang mencoba peruntungannya dengan menerapkan plastik mulsa untuk tambak udangnya.

Berdasarkan pengalamannya, pertumbuhan udang dapat mencapai 2-2,5 g per ekor per mingu dibandingkan dengan tidak menggunakan mulsa yang maksimal sekitar 1,2-1,5 gram per ekor per minggu. Penggunaan mulsa dapat meningkatkan keberhasilan sampai 60%. Tingkat kegagalannya sendiri sekitar 0-5%.

Mimin sekarang memiliki 14 tambak seluas 8 hektar, dan saat ini mampu menghasilkan udang ukuran 70 ekor per kilogram dalam waktu 65 hari. Produksi udang mampu ditingkatkan, dari yang semula dengan sistem tradisional sebesar 100-300 kg per hektar menjadi 40 ton per ha dengan sistem intensif.

Plastik Mulsa Silver

Berikut adalah beberapa keuntungan dari penggunaan plastik mulsa untuk tambak udang :

  • Harga lebih murah dibandingkan terpal. Harga plastik mulsa Rp. 1.500/meter sedangkan harga terpal mulai Rp. 13.000/meter. Untuk satu tambak, kurang lebih dibutuhkan 20 rol (investasi total untuk satu tambak kurang lebih 13juta) namun dengan menggunakan plastik terpal, maka investasi total adalah lurang lebih 100juta per hektar tambak)
  • Walaupun penggunaan terpal terbilang lebih lama dari plastik mulsa yang hanya bisa dipakai 1,5 periode saja, lalu dibuang, hasil yang didapat dapat dilihat secara nyata. Untuk penggunaan terpal,memang lebih bertahan lama. Namun petambak tidak dapat mengetahui jika seandainya ada kebocoran di terpal tersebut. Kebocoran pada terpal akan mengganggu budidaya udang, bahkan udang-udang tersebut bisa mati.

Sumber :

  • http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/14/16571248/Metode.Plastik.untuk.Udang.Dikembangkan
  • http://www.trobos.com/show_article.php?rid=13&aid=2910
  • http://m.inilah.com/read/detail/1861028/kkp-terapkan-metode-plastikisasi-di-tambak-udang

jual mulsa siap kirim

Upgrade…

Maaf Web sedang dalam Proses Upgrade – akan kembali aktif dalam beberapa hari ini. Terima kasih

Media Tanam

media polybag

Media tanam adalah hal yang mutlak (media atau tempat) diperlukan untuk tumbuh kembang suatu tanaman. Namun, setiap media tanam harus disesuaikan dengan keaadaan masing-masing tanaman dan kondisi di suatu daerah. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memilih media tanam yang tepat untuk tanaman dan keadaan daerah kita. Salah satunya adalah dengan memperhatikan tingkat kelembaban dan keadaan angin, karena pada dasarnya setiap media tanam harus dapat menjaga kelembaban, ketersediaan udara dan unsur hara.

Media tanam dibagi menjadi dua, yaitu media tanam organik dan anorganik.

Media tanam organik

-          Arang. Media arang susah mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga penggunaan media ini cocok untuk digunakan daerah dengan tingkat kelembaban yang tinggi.

-          Kompos. Terbuat dari pelapukan tumbuhan, biasanya digunakan untuk pupuk kandang dan sangat berguna untuk memperbaiki kondisi tanah karena memiliki kandungan-kandungan bahan organik.

-          Sabut kelapa. Bersifat menahan air dengan baik sehingga media tanam jenis ini cocok digunakan di daerah yang memiliki kelembaban tinggi. Lakukan penggantian media ini secara teratur karena mudah lapuk.

-          Pupuk kandang. Berasal dari kotoran hewan yang telah mengalami fermentasi dan akhirnya bertekstur rempah (matang). Perlu diingat untuk menambah media tanam lain mengingat kandungan amoniak yang dimiliki pupuk kandang cukup tinggi, terutama pada pupuk panas.

-          Humus. Sangat membantu dalam penggemburan tanah, penyimpanan unsur hara dan menunjang kesuburan tanah. Namun, dalam keadaan perubahan kelembaban tinggi, humus bisa berjamur. Tambahkan media lain mengingat sifat humus yang susah menyerap air.

media pasir

Media tanam anorganik

-          Pasir. Digunakan bersama media lain dan memiliki porositas (rongga) yang baik.

-          Kerikil. Memiliki porositas (rongga) makro yang baik. Bersifat tidak mudah menyerap air sehingga sangat perlu melakukan penyiraman yang teratur

-          Tanah liat. Digunakan bersama media lain dan mampu mengikat air dengan kuat karena memiliki pori-pori mikro yang cukup banyak .

-          Pecahan genteng. Semakin kecil pecahannya, semakin baik pula kemampuan penyerapan airnya. Namun tidak banyak mengandung unsur gara, sehigga perlu ditambahan media lain (misalnya: Pupuk)

Jual Kemasan Plastik FoodGrade | Distributor

plastik polos foodgrade 081703740900

Saat ini kemasan foodgrade merupakan nilai tambah produk yang banyak dicari calon konsumen, pebisnis Kuliner bisa memanfaatkannya sebagai salah satu strategi promosi,  kemasan makanannya terbuat dari bahan foodgrade yang aman serta melindungi kualitas dan rasa makanan. Contoh lain bagi perusahaan makanan mentah maupun siap saji dengan target eksport maupun lokal,kemasan plastik foodgrade merupakan hal wajib, selain untuk melindungi konsumen juga ketatnya persyaratan foodgrade di negara-negara maju tujuan eksportdesain plastik foodgrade 081703740900

kotak makanan foodgrade 081703740900

kami jual Plastik FoodGrade dan kemasanan Kotak Makanan Food Grade dengan berbagai model dan tipe, silahkan hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan anda..Lebih baik apabila anda telah menyediakan sample sehingga proses produksi bisa lebih cepat.

Kami tidak ready stok semua orer akan kami produksi setelah kontrak disetujui, proses produksi sekitar 3-4 minggu sesuai antrian produksi. Besar harapan kami untuk bekerjasama dengan Bapak / Ibu dan semoga produk kami ikut mendukung perkembangan usaha serta melindungi konsumen dengan kemasan foodgrade.

Cp Admin1 : 081-703740900

plastik roll foodgrade 081703740900plastik polos foodgrade 081703740900

 

Pupuk Kandang

Pupuk Kandang

pupuk kandang

Pupuk kandang tentunya merupakan istilah yang sangat tidak asing bagi merekayang melakoni usaha atau hobi di bidang tanaman. Ya, pupuk ini merupakan salah satu dari sekian alternatif dari ‘pupuk’ atau ‘makanan’ yang digunakan untuk menyuburkan tanaman. Mari kita review ulang yuk hal-hal yang berhubungan dengan pupuk kandang.

Pupuk kandang adalah pupuk yang terbuat dari kotoran hewan (kotoran atau air kencing), apakah itu sapi, kerbau, kuda, atau ayam. Tentunya pupuk ini banyak mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, seperti fosfor, kalium, magnesium, zinc dan nitrogen. Bentuk pupuk kandang dibagi menjadi dua, yaitu pupuk kandang dalam bentuk padat dan dalam bentuk cair. Pupuk kandang dalam bentuk padat merupakan hasil dari kotoran hewan yang diendapkan. Sedangkan pupuk kandang dalam bentuk cair didapat dari urine hewan.

pembuatan pupuk kandang

Cara pembuatan pupuk kandang

Pupuk kandang ini dibagi dua, yaitu pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk dingin biasanya diperoleh dari kotoran hewan seperti sapi dan kerbau dimana kotorannya diuraikan perlahan oleh mikroorganisme. Karen diurai secara perlahan inilah maka sifat pupuk ini adalah dingin. Sedangkan pupuk panas adalah kebalikan dari pupuk dingin dimana proses penguraian kotorannya dilakukan secara cepat oleh mikroorganisme. Biasa kotoran ini diperolaeh dari ayam dan kambing.

Pupuk dingin memiliki bau yang lebih lenbut dibandingkan dengan pupuk panas, karena tentu saja pupuk dingin melalui proses penguraian yang lebih lama dibandingkan dengan pupuk panas.

Dan, karena pupuk kandang diproduksi dari kotoran hewan, nilai-nilai pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh makanan apa yang dikonsumsi oleh hewan tersebut, apakah fungsi hewan tersebut (apakah hewan itu digunakan sebagai alat teransportasi atau ternak), jenis hewan, dan jumlah dan jenis alas kandang yang biasa digunakan untuk alas pada kandang.

Penggunaan pupuk kandang

Untuk penggunaan pupuk kandang (padat) lebih baik jika dibenamkan ke dalam tanah untuk mengurangi penguapan unsur hara.

Sedangkan penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair lebih baik digunakan ketika tanaman sudah mulai tumbuh karena akan lebih mempercepat penyerapan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

penggunaan pupuk kandang

Kenapa mangga susah berbuah?

pertanian pohon mangga

Kenapa mangga susah berbuah?

Menanam pohon mangga sudah tidak asing terdengar, tidak segampang kelihatannya, namun tidak sesulit yang dibayangkan. Nah, jika demikian sebenarnya apakah menanam pohon mangga dikatakan susah atau gampang? Hal itu relatif mengingat ada hal-hal yang memang harus diperhatikan ketika kita ingin menanam pohon mangga. Ada yang menanam pohon mangga dan mendapatkan hasil yang didambakan (pohon mangga berbuah lebat), namun ada yang hasilnya tidak sesuai keinginan. Nah, kenapa mangga susah berbuah? Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika ingin menanam pohon ini.

-          Pohon mangga baik ditanam di tanah dengan tingkat kelembaban sedang, tanah dengan tingakt kelembaban tinggi hanya akan mempercepat produksi daun namun tanpa pertumbuhan buah. Sebaliknya jika ditanam di tanah dengan tingkat kelembaban rendah, akan lebih banyak muncul bunga, namun jika kadar air tidak diperhatikan, maka bunga tersebut tidak akan membentuk bakal buah, jadi harus diperhatikan pengairannya.

-          Ketika akan menanam pohon mangga, disarankan untuk membeli cangkokannya. Kenapa? Karena hasil cangkokan tersebut diharapkan mendapat sifat-sifat bawaan dari pohon sebelumnya.

-          Jika anda memiliki beberapa pohon yang ditanam di pekarangan yang sama, perhatikan jarang antar masing-masing tanaman, karena hal itu akan mempengaruhi masukan air yang akan diserap oleh tumbuhan.

-          Perhatikan pula tentang penyinaran. Pohon mangga memerlukan sinar matahari yang cukup.

-          Keluarkan getah dari pohon mangga. Caranya? Gurat pohon mangga tersebut dengan pisau, arang, atau lainnya. Ada baiknya untuk membuat guratan pada pohon mangga ketika musim buah mangga telah tiba.

-          Lakukan pemupukan untuk merangsang tumbuh kembang bunga dan menjaga ketika telah terbentuk bakal buah , bakal buah tersebut tidak mudah rontok.

-          Tanam paku pada batang dan cabang. Dengan menanam paku pada batang dan cabang, maka akan menghambat peresapan makanan oleh daun, tapi  akan digunakan untuk pembentukan bunga dan buah.

-          Pangkas daun-daun yang tidak produktif. Pemangkasan daun ini juga berfungsi untuk peresapan makanan dari tanah agar lebih digunakan untuk proses pembentukan bunga dan buah.

Produk Kami :

Plastik mulsa untuk tambak udang

mulsa hitam perak tambak udang

Baru-baru ini penggunaan plastik mulsa untuk tambak udang sedang digalakkan. Berawal dari keisengan dari Mimin Hermawan, seorang petambak udang, yang mencoba peruntungannya dengan menerapkan plastik mulsa untuk tambak udangnya.

Berdasarkan pengalamannya, pertumbuhan udang dapat mencapai 2-2,5 g per ekor per mingu dibandingkan dengan tidak menggunakan mulsa yang maksimal sekitar 1,2-1,5 gram per ekor per minggu. Penggunaan mulsa dapat meningkatkan keberhasilan sampai 60%. Tingkat kegagalannya sendiri sekitar 0-5%.

Mimin sekarang memiliki 14 tambak seluas 8 hektar, dan saat ini mampu menghasilkan udang ukuran 70 ekor per kilogram dalam waktu 65 hari. Produksi udang mampu ditingkatkan, dari yang semula dengan sistem tradisional sebesar 100-300 kg per hektar menjadi 40 ton per ha dengan sistem intensif.

Plastik Mulsa Silver

Berikut adalah beberapa keuntungan dari penggunaan plastik mulsa untuk tambak udang :

  • Harga lebih murah dibandingkan terpal. Harga plastik mulsa Rp. 1.500/meter sedangkan harga terpal mulai Rp. 13.000/meter. Untuk satu tambak, kurang lebih dibutuhkan 20 rol (investasi total untuk satu tambak kurang lebih 13juta) namun dengan menggunakan plastik terpal, maka investasi total adalah lurang lebih 100juta per hektar tambak)
  • Walaupun penggunaan terpal terbilang lebih lama dari plastik mulsa yang hanya bisa dipakai 1,5 periode saja, lalu dibuang, hasil yang didapat dapat dilihat secara nyata. Untuk penggunaan terpal,memang lebih bertahan lama. Namun petambak tidak dapat mengetahui jika seandainya ada kebocoran di terpal tersebut. Kebocoran pada terpal akan mengganggu budidaya udang, bahkan udang-udang tersebut bisa mati.

Sumber :

  • http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/14/16571248/Metode.Plastik.untuk.Udang.Dikembangkan
  • http://www.trobos.com/show_article.php?rid=13&aid=2910
  • http://m.inilah.com/read/detail/1861028/kkp-terapkan-metode-plastikisasi-di-tambak-udang

jual mulsa siap kirim

Membudidayakan Mahkota Dewa

mahkota dewa

Mahkota dewa merupakan tanaman populer, karena selain digunakan sebagai tanaman hias, mahkota dewa ternyata banyak memberikan manfaat untuk kesehatan manusia, misalkan mengobati alergi, kanker, asam urat, dll. Karena itulah, sangat menggiurkan bagi para petani untuk mulai melirik bisnis budidaya tanaman mahkota dewa.

 

bibit mahkota dewa

Pemilihan Bibit

Untuk cara vegetatif, pilihlah pohon yang hendak dicangkok, jangan lupa untuk memperhatikan tempilan pohon, intensitasnya dalam berbuah dan lain lain.

Untuk cara generatif, seleksilah bibit-bibit yang akan digunakan dengan seksama agar memberikan hasil yang maksimal yaitu memiliki produktifitas yang baik.

Pengolahan Tanah, Penanaman, Pemupukan

Sebelum Anda menanam bibit, cek dan amati kesuburan tanah, bisa dengan menggemburkan tanah. Perhatikan pula lubang tanam karena penting untuk membiarkan lubang tanam dalam keadaan terbuka sekitar seminggu agar udara luar dan sinar matahari dapat masuk.

Jika bibit dan medium tanam sudah siap, persiapkan proses penanaman. Setelah penanaman, berikutnya adalah pemeliharaan seperti pemupukan, penyiraman, serta penyiangan dari gulma dan pembasmian hama.

Penyiraman, Pemupukan, Penyiangan

Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik berbahan alami karena tentunya mahkota dewa digunakan sebagai obat herbal. Pupuk anorganik yang memiliki kandungan kimia akan mempengaruhi kualitas mahkota dewa sebagai obat herbal.

Selanjutnya adalah proses penyiraman. Penting untuk diperhatikan karena mahkota dewa merupakan tanaman yang konsumsi airnya terbilang cukup tinggi.

Penyiangan tak kalah penting untuk dilakukan secara frekuentif. Penyiangan berfungsi untuk melawan gulma sepanjang tahun. Hama yang sering menyerang mahkota dewa yaitu belalang, ulat buah, dan kutu putih. Untuk mengusirnya, gunakanlah pestisida organik.

Panen

Masa panen. Tanaman ini dikatakan siap panen jika buahnya berwarna merah terang dan baunya manis seperti gula pasir. Lakukan proses penyortiran, pencucian, pemotongan daging buah, pengeringan dan lain-lain untuk meningkatkan daya jualnya.

 

Sumber :

http://tentangmahkotadewa.blogspot.com/2012/09/budidaya-tanaman-mahkota-dewa.html

Plastik Polibag - Paranet - Mulsa - Mika MKP