polybag paranet mika

Membudidayakan Mahkota Dewa

mahkota dewa

Mahkota dewa merupakan tanaman populer, karena selain digunakan sebagai tanaman hias, mahkota dewa ternyata banyak memberikan manfaat untuk kesehatan manusia, misalkan mengobati alergi, kanker, asam urat, dll. Karena itulah, sangat menggiurkan bagi para petani untuk mulai melirik bisnis budidaya tanaman mahkota dewa.

 

bibit mahkota dewa

Pemilihan Bibit

Untuk cara vegetatif, pilihlah pohon yang hendak dicangkok, jangan lupa untuk memperhatikan tempilan pohon, intensitasnya dalam berbuah dan lain lain.

Untuk cara generatif, seleksilah bibit-bibit yang akan digunakan dengan seksama agar memberikan hasil yang maksimal yaitu memiliki produktifitas yang baik.

Pengolahan Tanah, Penanaman, Pemupukan

Sebelum Anda menanam bibit, cek dan amati kesuburan tanah, bisa dengan menggemburkan tanah. Perhatikan pula lubang tanam karena penting untuk membiarkan lubang tanam dalam keadaan terbuka sekitar seminggu agar udara luar dan sinar matahari dapat masuk.

Jika bibit dan medium tanam sudah siap, persiapkan proses penanaman. Setelah penanaman, berikutnya adalah pemeliharaan seperti pemupukan, penyiraman, serta penyiangan dari gulma dan pembasmian hama.

Penyiraman, Pemupukan, Penyiangan

Pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik berbahan alami karena tentunya mahkota dewa digunakan sebagai obat herbal. Pupuk anorganik yang memiliki kandungan kimia akan mempengaruhi kualitas mahkota dewa sebagai obat herbal.

Selanjutnya adalah proses penyiraman. Penting untuk diperhatikan karena mahkota dewa merupakan tanaman yang konsumsi airnya terbilang cukup tinggi.

Penyiangan tak kalah penting untuk dilakukan secara frekuentif. Penyiangan berfungsi untuk melawan gulma sepanjang tahun. Hama yang sering menyerang mahkota dewa yaitu belalang, ulat buah, dan kutu putih. Untuk mengusirnya, gunakanlah pestisida organik.

Panen

Masa panen. Tanaman ini dikatakan siap panen jika buahnya berwarna merah terang dan baunya manis seperti gula pasir. Lakukan proses penyortiran, pencucian, pemotongan daging buah, pengeringan dan lain-lain untuk meningkatkan daya jualnya.

 

Sumber :

http://tentangmahkotadewa.blogspot.com/2012/09/budidaya-tanaman-mahkota-dewa.html

Penyakit dan hama pada Tanaman

ulat daun

Ilmu tentang tanaman sangat luas untuk dipelajari, mulai dari cara pembibitan, pembudidayaan sampai pada masalah penyakit dan hama yang kerapkali menghantui petani. Ilmu yang mempelajari penyakit tanaman disebut fitopatologi yaitu ilmu yang mempelajari proses berkembangnya penyakit-penyakit pada tanaman dan cara penanggulangannya.

Penyakit pada tanaman tentunya ada yang berbahaya dan ada yang tidak, misalkan saja hama jabon yang memiliki peran penting dalam menurunkan kualitas tanaman pada waktu jadwal panen tiba, parahnya lagi ada beberapa jenis parasit yang memiliki efek kematian pada tanaman.

Bermacam-macam penyakit pada tanaman tentu saja memiliki perlakuan yang berbeda cara mengantisipasinya dan cara mengobatinya. Berikut beberapa jenis penyakit dan hama pada tumbuhan :

bercak daun

  • Bercak Daun

Ciri : muncul bercak jaringan mati pada  daun, berwarna kuning kecoklatan berbentuk bulat, lonjong atau tidak beraturan.

 

  • Keriting Daun

Ciri : daun terlihat keriting/menggulung dan terdapat bercak.

 

  • Busuk akar (root rot)

Ciri : tanaman layu dan mati secara cepat, warna daun berubah menjadi kuning , pertumbuhan tanaman kerdil, dan daun rontok sebelum waktunya

akar busuk

 

  • Cacar Daun

Ciri : terdapat bintik yang menonjol di permukaan daun yang warnanya coklat kehitaman dan muncul bercak kuning terang di daun, daun menjadi berlekuk dan bertekstur keras.

 

  • Rebah kecambah (damping off)

Ciri : pre emergence damping off, patogen menyerang benih tanaman sebelum benih muncul ke permukaan tanah.

 

  • Layu pembuluh

Ciri : patogen menyerang pembuluh xylem tanaman, yang menyebabkan tanaman kehilangan turgor dan layu. Pada waktu dibelah, terlihat kecoklatan pada pembuluh di dalam batang

 

  • Embun bulu (downy mildew)

Ciri : jika kelembaban yang dibutuhkan pas, cendawan ini tumbuh seperti bulu putih berwarna keabu-abuan, yang terdiri dari tangkai spora dan spora.

 

  • Embun tepung (powdery mildew)

Ciri : dimulai dengan adanya tepung putih pada daun terbawah dari tanaman, dimana daun yang terserang warnanya berubah menjadi kuning, coklat dan mengering. Lalu menular pada daun lainnya sehingga menyebabkan kematian.

 

 

Sumber :

http://duniatanaman.com/jenis-penyakit-tanaman.html

http://carapedia.com/macam_macam_penyakit_pada_tumbuhan_info1982.html

http://pakarinfo.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-hama-penyakit-pada-tanaman.html

Cara membudidayakan tanaman Anggrek (Tahap 3)

Ada beberapa hal yang akan diuraikan berkenaan dengan budidaya tanaman anggrek, yaitu Pembibitan, pengolahan media tanam, tehnik penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Pembibitan

  • Pilihlah bibit anggrek yang baik, sehat dengan ciri bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat.
media tanam anggrek

Pengolahan Media Tanam

Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan:

  • Anggrek dalam pot yang diameternya 7-30 cm bergantung dari jenis anggrek. Jika diameter pot 25-30 cm, perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot, lalu diisi pecahan genting. Letakkan anggrek di tengah, sebar akarnya dengan rata pada pot, lalu ikat batang anggrek di tiang. Isi pot dengan pupuk kandang kira-kira 2/3 dari pot.
  • Media tanam di dalam tanah menggunakan bak-bak tanam dimana baknya terbuat dari batu bata merah dengan panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Bak ini dibuat di atas tanah untuk menghindari becek, pada tanah kering digali sedalam 10-20 cm lalu diberi bata ukuran 40 cm x 2 m. Jarak antara pembantas 3 cm. Buatlag tiang penahan 4 buah yang ditancapkan ke tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antar-tiang dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut menjadi satu rangkaian.

 

Penanaman

Untuk menanam anggrek, kita harus menyesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek, yaitu:

anggrek tanah

  1. Anggrek Ephytis : bersifat menumpang pada batang/pohon lain namun tidak merusak/merugikan yang batang/pohon ditempeli tersebut dengan menggunakan akarnya.
  2. Anggrek semi Ephytis : menempel pada pohon/tanaman lain namun tidak merusak batang/pohon yang ditempel dengan menggunakan akar yang berfungsi untuk mencari makanan.
  3. Anggrek tanah/anggrek Terrestris.

 

budidaya anggrek

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan & Penyulaman : pemeliharaan ini dilakukan dengan menyesuaikan tempat yang cocok dengan jenis anggrek.
  2. Penyiangan : penyiangan pada waktu kondisi anggrek berada di dalam botol lalu dipisahkan ke dalam pot-pot yang telah disediakan sesuai jenisnya (jenis anggrek).
  3. Pemupukan

Pengairan dan Penyiraman : dapat berasal dari air ledeng (untuk menyiram karena jernih dan steril), air sumur (baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah), air hujan, air kali/air selokan.

Plastik Polibag - Paranet - Mulsa - Mika MKP